Seni bertanya dan menjawab pertanyaan

SALAM,
Sesuai status kita sebagai makhluk sosial, aktifitas bertanya maupun merespon pertanyaan menjadi hal yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, diperlukan komunikasi yang efektif, artinya jawaban yang dihasilkan merupakan jawaban terbaik untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Namun tidak jarang pertanyaan yang dilontarkan dan jawaban yang diberikan menghasilkan suatu bentuk komunikasi yang tidak efektif.
Di dalam buku Drug Information, A Guide For Pharmacist diberikan beberapa contoh komunikasi yang tidak efektif yang dampaknya barangkali tidak akan terbayangkan sebelumnya. Salah satu contoh yang paling sederhana yang ditampilkan di buku tersebut adalah sebegai berikut:
Seseorang bertanya (sebut saja: “A”): berapakah bobot molekul dari enalapril ?
Dari pertanyaan tersebut, yang ditanya (sebut saja: “B”) menjawab secara langsung, setelah membuka literatur, bahwa bobot molekul enalapril adalah 376.45.
Dari komunikasi singkat di atas, kita tidak akan menyangka ada sesuatu yang salah dari komunikasi mereka. Apa yang salah ? Mari kita lihat:
– Faktanya, enalapril (salah satu indikasinya untuk hipertensi), adalah salah satu contoh pro-drug, yaitu obat dalam bentuk tidak aktif dan ketika masuk ke dalam tubuh mengalami proses metabolisme tertentu menjadi bentuk aktifnya yaitu enalaprilat.
– Fakta lain adalah ternyata “A” adalah seorang peneliti yang akan melakukan eksperimen in-vitro (di luar sistem biologis), untuk mengetahui efek farmakologi dari enalapril. Bobot molekul dibutuhkan untuk dijadikan dasar perhitungan terhadap eksperimen yang akan dia lakukan.
Dari fakta2 di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa enalapril adalah pro-drug, yang mesti dimetabolisme in-vivo (di dalam sistem biologis) sebelum menjadi bentuk aktifnya, enalaprilat. Untuk “A” yang ingin melakukan penelitian in-vitro, maka “A” membutuhkan bentuk aktif dari obat tersebut, artinya, yang dia harus tanyakan adalah bobot molekul dari enalaprilat, bukan bobot molekul enalapril. (Sebagai catatan, enalapril maupun enalaprilat keduanya tersedia di pasaran).
Kasus di atas meninggalkan pesan bahwa kedua belah pihak, baik penanya maupun yang ditanya, dapat berkontribusi terhadap komunikasi yang tidak efektif. Oleh karena itu, sebagai penanya, alangkah bijaknya jika kita memberikan informasi mengenai latar belakang pertanyaan kita. Sebaliknya, sebagai yang ditanya, jikalau kita mendapatkan pertanyaan yang sifatnya “straightforward”, alangkah lebih baik untuk tidak langsung menjawab, tetapi kita mencoba menggali sebanyak mungkin informasi yang melatarbelakangi munculnya pertanyaan tadi. Jika tidak, kita bisa bayangkan, energi dan waktu yang terbuang percuma akibat komunikasi yang tidak efektif ini.

Semoga bermanfaat…
SALAM

Referensi:
– Malone, PM, et al. Drug Information, A Guide For Pharmacist. 3rd ed. 2006. page 39-59

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: