Kualitas informasi obat di wikipedia (from Ann Pharmacother)

Saat ini, dengan semakin mudahya akses internet, segala pertanyaan yang muncul di benak seseorang coba dicarikan jawabannya lewat internet. Aktivitas tanya ke prof google (googling) atau searching lewat situs-situs lain menjadi hal yang lumrah. Salah satu pertanyaan yang sering kita cari jawabannya lewat internet adalah masalah kesehatan, dan sebagai bagian dari masalah kesehatan, informasi mengenai obat sering kita dapatkan lewat internet.
Jika kita melakukan googling terhadap satu jenis obat, maka yang muncul pertama sebagai result (hasil) adalah link (tautan) ke situs wikipedia. Situs ini sifatnya gratis,berisi lebih dari 10 juta artikel, dan multi bahasa. Yang paling menarik adalah situs ini memungkinkan penggunanya untuk menulis, mengedit, dan melacak perubahan-perubahan yang ada di konten-nya. Tak heran, wikipedia menjadi penghuni top ten situs yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet.
Lalu bagaimana kualitas informasi di wikipedia, terutama berkaitan dengan obat ?
Artikel berjudul Scope, Completeness, and Accuracy of Drug Information in Wikipedia yang dimuat di jurnal The Annals of Pharmacotherapy. 2008;42(12):1814-1821 mencoba menjawab pertanyaan ini.
Dalam penelitian tersebut, Wikipedia diadu (maksudnya dibandingkan) dengan Medscape Drug Reference (MDR) untuk menjawab satu set pertanyaan mengenai informasi obat (cara pakai, efek samping, kontraindikasi, dosis, interaksi obat, indikasi, mekanisme aksi, dan penggunaan untuk ibu hamil dan menyusui). Kunci jawaban tersedia untuk menilai kebenaran informasi dari kedua sumber tersebut.
MDR dipilh sebagai pembanding karena sifatnya yang juga free resource online, bedanya database ini dikelola oleh editorial board, dan tidak dapat diedit secara bebas oleh pengguna.
Hasilnya, MDR dapat menjawab lebih banyak secara signifikan pertanyaan dibanding Wikipedia. Yang menarik, meskipun menjawab lebih sedikit, Wikipedia mempunyai akurasi 100 %, artinya semua pertanyaan yang dapat dijawab 100 % benar. Yang menjadi sumber ketidaklengkapan Wikipedia adalah informasi mengenai dosis (tidak bisa menjawab satupun pertanyaan) dan informasi mengenai keamanan obat.
Dalam artikel itu dibahas bahwa, karena sifatnya yang open-edited, perusahaan farmasi sebagai produsen obat dapat menghapus informasi negatif terkait dengan produknya (biasanya informasi mengenai keamanan). Masalahnya adalah pengguna Wikipedia akan kehilangan informasi yang berharga untuk menilai sisi keamanan suatu obat jika digunakan pada individu tertentu yang mungkin memiliki faktor resiko terkena suatu efek tak diinginkan tertentu. Misalnya, seseorang membuka Wikipedia untuk mengetahui apakah ada interaksi obat antara obat-obat yang dia konsumsi, dan ternyata informasi tentang hal tersebut telah di”edit” (baca: dihapus) demi kepentingan tertentu, maka dia akan dapat terkena efek samping interaksi obat tadi, yang sebenarnya bisa dihindari jika dia mendapatkan informasi yang benar.
Lalu, haramkah menggunakan Wikipedia ? tentu saja tidak. Saya sendiri sering menggunakan informasi dari Wikipedia. Yang tidak boleh adalah menggunakan Wikipedia sebagai satu-satunya sumber informasi. Dari hasil penelitian tersebut, jelas bahwa informasi di Wikipedia adalah 100 % akurat (artinya benar), tetapi tidak lengkap. Wikipedia dapat dijadikan titik tolak dalam proses pencarian informasi menuju informasi-informasi lain sehingga informasi yang kita peroleh menjadi komprehensif.
Namun, untuk kepentingan akademik dan aktifitas profesional, mestinya kita tidak menggunakan Wikipedia sebagai sumber referensi. Mengutip pernyataan pendiri Wikipedia, Jimmy Wales, “… students and researchers should not cite Wikipedia as a source because of the high error rate”. Dalam konteks penelitian ini, “high error rate” dapat dimaknai sebagai “ketidaklengkapan informasi” atau, meminjam istilah bang Ahmad Romadhoni, “tertutupinya sebagian kebenaran”.
Lalu, bagaimana jika kita ingin mengatahui informasi tentang obat ? Jika kita adalah pasien, MDR (http://search.medscape.com/drug-reference-search) dapat dijadikan sumber referensi yang cukup lengkap. Yang menarik, setelah melakukan proses searching, kita akan mendapatkan halaman yang di dalamnya ada fitur “Patient Handout”. Karena ditujukan untuk pasien, informasi obat pada fitur itu menggunakan bahasa yang mudah dipahami, tidak menggunakan terminologi medis.
Informasi mengenai obat adalah hak tiap pasien. Seringkali, tenaga kesehatan tidak memberikan hak itu dengan semestinya, karena berbagai alasan (tidak ada waktu atau bisa jadi tidak paham dengan informasi yang harus diberikan). Pasien bisa mencari sendiri lewat berbagai cara, termasuk internet. Namun kita harus berhati-hati terhadap pilihan sumber informasinya. Dan juga, karena sifatnya yang berbahaya jika kita salah persepsi terhadap apa yang kita baca, dari sumber yang valid sekalipun, silahkan anda bertanya pada health care professional (dokter, apoteker, perawat) yang anda percaya.

Demikian, semoga bermanfaat…
SALAM

Referensi:
Clauson, KA. Scope, Completeness, and Accuracy of Drug Information in Wikipedia. The Annals of Pharmacotherapy. 2008;42(12):1814-1821

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: